Kelebihan dan Kekurangan tanaman Hidroponik

Ketika dihadapkan pada masalah yang di hadapi di dunia berkaitan dengan produksi pangan, berkebun dengan sistem hidroponik (hydroponic system) menawarkan solusi yang menjanjikan.

Di negara-negara miskin di mana tanah atau iklim tidak ramah terhadap pertanian, hidroponik menawarkan cara untuk menumbuhkan tanaman pangan dengan mudah.

Juga, di daerah dimana tanah telah kehilangan nutrisi atau tanah subur sulit didapat, hidroponik dapat menjadi alternatif ideal untuk bercocok tanam.

Tapi sama seperti dengan hal apapun juga, selain segala kelebihan tadi, hidroponik juga mempunyai beberapa kekurangan atau kelemahan.

Sebelum memutuskan untuk berkebun secara hidroponik, terutama untuk skala besar, perlu ditimbang terlebih dahulu pro kontra dari cara bertanam ini.

Mari kita tinjau terlebih dahulu kelebihan berkebun secara hidroponik. Kelebihan pertama, berkebun dengan cara hidroponik dapat menghemat tempat.

Dalam hidroponik, tanaman dapat ditanam berdekatan. Dengan luas tempat yang sama, sistem hidroponik dapat menanam 4 kali lebih banyak dibanding bertanam dengan cara tradisional.

Hidroponik juga dapat meminimalkan masalah yang berhubungan dengan pertanian tradisional. Tanaman hidroponik relatif lebih tahan hama dan lebih sehat.

Penyakit yang berasal dari tanah tidak akan menyerang karena bertanam hidroponik tidak menggunakan tanah.

 

Pada sistem hidroponik, Anda dapat mengatur sendiri jumlah nurtrisi yang diperlukan oleh tanaman.

Ini berbeda dengan berkebun secara konvensional dimana Anda harus menebak atau mencari tanah yang cocok dengan tanaman yang hendak ditanam.

Konsumsi air dalam hidroponik relatif lebih sedikit dibanding metode tradisional. Dalam banyak kasus, tanaman hidroponik hanya menggunakan sepersepuluh air dari tanaman yang ditanam di tanah!

Selain itu, air juga digunakan secara lebih efektif. Gulma dan tumbuhan pengganggu tidak dapat tumbuh dan mencuri persediaan air dari tanaman utama.

Karena tanaman hidroponik berada dalam lingkungan yang terkendali, tidak akan ada pestisida yang akan mencemari tanah sekitarnya.

Namun tentu tidak berarti hidroponik tidak punya kelemahan. Biaya yang cukup tinggi masih menjadi salah satu kendala.

Berkebun hidroponik umumnya dilakukan di dalam rumah kaca. Konsumsi energi yang signifikan diperlukan untuk memberikan tanaman hidroponik semua cahaya yang mereka butuhkan.

Terlepas dari kekurangan diatas, penelitian di bidang hidroponik terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sistem hidroponik.

Sistem hidroponik tetap menjadi salah satu alternatif bercocok tanam yang menjanjikan, terutama dengan semakin terbatasnya lahan pertanian yang tersedia dari waktu ke waktu.

sumber :http://bumbata.co/772/tips-berkebun-hidroponik-kelebihan-dan-kelemahan-hidroponik/

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s